Sales Proposal : Apa Maksudnya? Bagaimana Cara Membuatnya?

Biasanya ketika kamu baru bekerja sebagai sales, atau marketing, ilmu yang harus kamu pelajari adalah kemampuan untuk memberikan penawaran dan negosiasi. Namun, sebagai seorang sales ada baiknya kamu juga harus mengetahui dokumen apa saja yang perlu kamu persiapkan untuk menunjang kinerjamu.

Baca Juga : Ini Jawaban Interview “Alasan Melamar Kerja?”

Sebuah sales proposal menjadi dokumen yang harus kamu siapkan karena dokumen ini efektif memberitahu target konsumen bagaimana suatu produk atau layanan dapat memenuhi kebutuhan dan membantu memecahkan masalah mereka. Sales proposal berguna untuk memastikan konsumen mendapatkan informasi yang cukup komprehensif sehingga mampu memberikan ketertarikan dan meyakinkan konsumen terkait produk dan layanan yang ditawarkan.

Berikut cara membuat sales proposal;

unsplash.com
1. Lakukan Riset

Sebagai seorang sales, kamu harus mengetahui pasti siapa target konsumenmu. Lakukan riset untuk mengatahui pangsa pasar, mengenal konsumen agar kamu dapat mengetahui apa yang disukai dan dibutuhkan. Jangan lupa lakukan riset competitor untuk mengetahui perbedaan yang dimiliki sehingga kamu bisa mendapatkan poin – poin keunggulan dan apa yang bisa diperbaiki dari produkmu.

unsplash.com
2. Masukkan Elemen Esensial

Terdapat elemen penting yang perlu ada dalam sales proposal, seperti ringkasan lengkap yang membahas seluruh outline produk, penjelasan detail mengenai produk, benefit jika membeli produk, dan langkah pembelian produk. Buatlah sales proposal dengan desain yang efektif, format rapi, serta tunjukkan tampilkan proposal dengan image yang professional.

unsplash.com
3. Buat Draft

Untuk membuat sales proposal, buatlah draftnya terlebih dahulu. Susun outline atau susun beberapa subjudul untuk membantumu membuat proposal. Saat membuat draft ini cantumkan informasi yang sedang atau paling relevan untuk target klienmu. Contohnya, kamu bisa mencantumkan manfaat dari issue tertentu sehingga dapat memenuhi kebutuhan target klienmu. Pastikan juga, kalau proposalmu meng-highlight Unique Selling Proposition (USP) dari produkmu.

unsplash.com
4. Lakukan Evaluasi dan Proofread

Setelah selesai menulis draft, mulailah untuk mengedit dan mendesain sales proposal. Tak lupa lakukan proofread untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan, ejaan, maupun informasi yang tertinggal. Apabila sales proposal butuh approval dari pihak tertentu seperti atasan, sebaiknya mintalah feedback atau evaluasi.

Pada dasarnya, sales proposal ini merupakan alat bantu kamu untuk melakukan pitching ke target konsumen. Persiapkan sebaiknya agar aktivitas salesmu berjalan lancar.

Info seputar lowongan kerja terbaru, tips pengembangan diri dan psikotes online gratis kunjungi EKRUTES.ID disini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.