Pentingnya Kemampuan Berpikir Analitis dalam Dunia Kerja

kemampuan berpikir analitis

Seberapa pentingkah kemampuan berpikir analitis dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja? Baca selengkapnya disini!

Tahukah kamu bahwa berpikir analitis adalah sebuah proses dalam mengumpulkan informasi?

Tujuannya adalah untuk mengetahui setiap isu-isu yang terjadi agar kemudian bisa memecahkan masalah secara tepat dan efektif.

Disamping itu, jenis pemikiran seperti ini juga melibatkan berbagai data dari berbagai sumber yang ada untuk mencari penyebabnya.

Dengan semua data itulah nantinya diharapkan bisa membantu seseorang untuk menarik kesimpulan dengan baik, tepat, dan akurat.

Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis

tips berpikir analitis

Kemampuan untuk bisa berpikir secara analitis ini sebaiknya dimiliki oleh siapapun, termasuk kamu.

Tujuannya adalah supaya kamu bisa berpikir dengan tepat dan juga bisa menemukan cara menghadapi berbagai masalah yang sedang dihadapi.

Dengan adanya kemampuan berpikir analitis, maka dipastikan kamu akan lebih mudah memahami suatu masalah dengan baik.

Hal ini akan membuat pola pikirmu menjadi lebih terstruktur, dan bahkan mungkin bisa membantu kamu lebih cepat menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan baik.

Tapi, tahukah kamu untuk bisa berpikir analitis itu sebenarnya tidak datang begitu saja namun perlu diasah?

Kemampuan berpikir analitis itu harus melewati beberapa langkah atau tahapan utama yang wajib kamu perhatikan.

Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa membantu kamu mempunyai kemampuan untuk berpikir analitis, antara lain:

1. Mengumpulkan informasi dengan baik

Tahapan pertama dalam berpikir analitis yaitu kamu diharuskan bisa mengumpulkan informasi dari sumber yang terpercaya.

Hal ini sangat diperlukan guna membantu kamu dalam memetakan sebuah kejadian atau fenomena secara obyektif.

Tentunya untuk bisa mencapai hal tersebut, kamu harus bisa mengenali dahulu informasi yang diterima.

Apakah itu adalah sebuah informasi terbaru, bisa dipercaya, berkualitas, juga apakah relevan dengan masalah yang terjadi atau tidak.

Tentunya untuk bisa memperoleh informasi yang valid pada saat kamu mencari sebuah data, maka kamu diharuskan mendapatkannya dari sumber yang terpercaya dan terbukti, atau sudah menjadi rujukan resmi dari berbagai kalangan.

Apabila kamu ingin mendapatkan informasi yang valid tentang masalah yang ada di sekitar kamu, maka kamu pun bisa melakukannya dengan bertanya kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dan memang bisa dipercaya.

Mengapa demikian?

Tujuannya supaya kamu bisa memperoleh informasi yang lebih menyeluruh juga bervariasi untuk nantinya akan dilakukan pemetaan.

Sehingga tidak ada kesalahpahaman ketika kamu mencari data informasi tersebut.

Baca juga: Seberapa Penting Public Speaking Saat Ini? Ini Alasan Mempelajarinya!

2. Mengidentifikasikan Masalah

Setelah mengumpulkan informasi, maka tahap selanjutnya yaitu adalah mengidentifikasi masalah yang sedang terjadi.

Dalam situasi ini kamu harus mampu mengembangkan kemampuan diri untuk bisa memahami dan mengenali masalah yang sedang dihadapi.

Selain itu, kamu juga harus mencari tahu alasan mendasar dari permasalahan, serta mencari tahu hubungan sebab akibat dari data yang kamu kumpulkan tersebut.

Bagi kamu yang belum terlalu paham, ada dua cara untuk melakukan identifikasi masalah ini dengan baik.

Cara pertama yaitu bisa dengan cara mengelompokkan akar masalah yang ada, lalu kemudian langsung melakukan penyaringan informasi yang diterima secara langsung.

Atau mungkin kamu menggunakan cara kedua, yaitu bagaimana cara menemukan akar masalah yang terjadi.

Untuk mempermudah hal ini, kamu bisa memahami langkah terbaik dengan memahami salah satu contoh yang akan kami berikan berikut ini!

Ada kejadian sebuah perusahaan yang akhir-akhir ini sedang mengalami penurunan kinerja secara drastis di salah satu area.

Kemudian setelah melakukan evaluasi di bagian yang bermasalah tadi, terdapat beberapa penemuan seperti 15% karyawan merasa kecewa akan atasan begitu subjektif pada saat memberikan penilaian kinerja terhadap bawahan.

Lalu sebesar 75% karyawan mengalami kinerja yang buruk.

Hal tersebut disebabkan karena mereka tidak pernah mendapatkan pelatihan yang dibutuhkan.

Sementara 10% karyawan tidak memiliki performa yang baik karena memang sedang mengalami masalah keluarga, sehingga hal tersebut mempengaruhi kinerjanya di kantor.

Oleh sebab itu, dengan hasil yang sudah didapat ini, maka bisa kita identifikasi bahwa kinerja ini bisa menurun secara drastis karena adanya 3 faktor besar.

Yaitu mengenai subjektivitas atasan, kurangnya mendapat pelatihan, serta adanya masalah keluarga.

Setelah melakukan identifikasi masalah, maka saatnya kamu menyaring, mengelompokkan, lalu kemudian mengklasifikasikan data tersebut sesuai dengan akar masalah yang sedang dievaluasi.

3. Mulai Mencari Solusi

Tahapan terakhir dalam berpikir analitis yaitu dengan mencari solusinya.

Ketika semua informasi yang relevan sudah kamu dikumpulkan dan berhasil mengidentifikasi masalah yang terjadi, maka sekarang kamu harus menarik kesimpulan.

Disini kamu dituntut untuk bisa menarik kesimpulan yang sesuai untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Dengan begitu maka kamu bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi secara efektif dan tepat.

Contoh yang bisa kamu lakukan untuk mencari solusi berdasarkan kasus yang ada diatas yaitu, untuk kasus karyawan yang kecewa diberikan solusi seperti dengan melakukan coaching atau bisa juga berbicara dari hati ke hati bersama atasan.

Untuk karyawan yang mengalami kinerja buruk, maka solusinya yaitu dengan diberikannya pelatihan tambahan sesuai dengan kebutuhannya.

Tujuan dilakukan pelatihan tersebut adalah untuk menunjang kinerja pekerjaannya supaya lebih baik lagi.

Dengan menerapkan tahapan-tahapan, maka dapat melatih diri kamu dan mengembangkan kemampuan untuk berpikir analitis.

Selain itu, kamu juga akan lebih mudah dalam memahami masalah dan menemukan solusi yang terbaik atas permasalahan tersebut.

Baca juga: 17 Deretan Soft Skill yang Mempengaruhi Kesuksesan Karirmu

Pentingnya Berpikir Analitis dalam Dunia Kerja

berpikir analitis

Kenapa kemampuan untuk berpikir secara analitis sangat penting dalam dunia kerja?

Alasannya karena dengan kemampuan ini, kamu bisa mencari solusi untuk berbagai macam masalah secara cepat, efektif, dan juga tepat.

Ketika sudah menemukan solusinya, maka kamu bisa langsung membuat keputusan tentang langkah apa saja yang harus diambil untuk mencapai solusi tersebut.

Untuk beberapa bidang pekerjaan seperti business analystbusiness development, project management, secara keseluruhan pekerjaan tersebut sangat menuntut keahlian dalam berpikir analitis.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kemampuan berpikir analitis itu penting sekali dalam dunia kerja.

Kemampuan ini juga akan membantu kamu memberikan sebuah rekomendasi terhadap sesuatu sesuai dengan pertimbangan secara analitis.

Sehingga kamu jadi lebih dewasa dalam mengambil keputusan dan tidak terburu-buru.

Saat seseorang selalu bersikap terburu-buru dalam mengambil keputusan, akibatnya pasti bisa terjebak ke dalam keputusan yang salah dan merugikan dirinya sendiri.

Maka dari itu jika kamu sedang mengincar jenis pekerjaan ini atau mungkin pekerjaan lain tentu kamu bisa memulainya dengan cara belajar berpikir analitis.

Mengukur Kemampuan Berpikir Analitis Melalui Tes Asesmen dari Ekrutes.id

Apakah kamu memiliki kemampuan berpikir secara analitis yang baik?

Untuk mengetahuinya, kamu bisa melakukan tes asesmen secara online di Ekrutes.id.

Dengan melakukan tes asesmen, kamu dapat  mengukur sejauh mana kemampuan analitis yang kamu miliki selama ini.

Tidak hanya itu saja, disini juga tersedia job portal yang bisa kamu pilih sesuai dengan kemampuan kamu.

Menarik sekali bukan? Download aplikasi Ekrutes.id sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published.