Mengenal Tentang Istilah KPI (Key Performance Indicator) dalam Perusahaan

pengertian jenis kpi

Apa itu KPI (Key Performance Indicator)? Apa saja jenis, fungsi, dan cara merancang KPI yang baik? Berikut penjelasannya.

Key Performance Indicator mempunyai fungsi penting dalam memastikan tujuan dari sebuah perusahaan.

Indikator ini menunjukkan seberapa efektif perusahaan mencapai tujuan bisnis utama. Organisasi menggunakan KPI di berbagai tingkatan untuk mengevaluasi keberhasilan mereka dalam mencapai target.

Ketika mengadopsi sebuah KPI dalam sebuah perusahaan, harus benar-benar melihat tujuan yang sudah ditetapkan.

Apa itu KPI (Key Performance Indicator)?

KPI atau Key Performance Indicator adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur dan menggambarkan efektivitas sebuah perusahaan dalam mencapai tujuan bisnis.

Karakter KPI dalam perusahaan antara lain adalah sebagai ukuran non financial. Selain itu, Key Performance Indicator karyawan juga pastinya merupakan suatu alat yang sering digunakan (regular measurements).

Indikator ini diukur dalam suatu periode yaitu harian, mingguan, hingga bulanan. Hal ini juga seharusnya menjadi hal yang penting dan mendapatkan perhatian signifikan dari perusahaan.

Jenis-Jenis KPI (Key Performance Indicator)

pengertian jenis kpi 2

Jenis-jenis Key Performance Indicator dibagi menjadi 2 yaitu financial dan non financial. Berikut adalah uraian lengkapnya:

1. Key Performance Indicator Financial

Jenis KPI (Key Performance Indicator) yang pertama adalah financial dimana merupakan salah satu indikator kinerja yang berkaitan dalam hal keuangan.

Adapun contoh dari KPI financial antara lain laba kotor, laba bersih, margin laba kotor, marjin laba bersih, dan rasio lancar.

Indikator finansial memperhitungkan seberapa jauh sebuah bisnis dalam perusahaan dapat bertahan jika mengalami kerugian secara tiba-tiba.

2. Key Performance Indicator Non Financial

Jenis yang kedua adalah non financial di mana indikator ini secara tidak langsung akan mempengaruhi keuangan perusahaan.

Adapun contoh dari KPI non financial antara lain perputaran tenaga kerja, matriks kepuasan pelanggan, rasio pelanggan berulang, dan juga pangsa pasar.

Hal-hal tersebut sangat mempengaruhi naik turunnya perkembangan sebuah perusahaan.

Baca juga: Tips Agar Tidak Bosan Kerja dan Terhindar dari Burnout

Metode untuk Merencanakan dan Mengimplementasikan KPI

KPI (Key Performance Indicator) memang tidak dapat diputuskan dalam waktu yang singkat. Kamu harus benar-benar memperhatikan penggunaan efektivitas dari alat ini dengan tujuan perusahaan.

Terdapat metode yang dikenal dengan sebutan SMART, sebagai proses perencanaan untuk mengimplementasikan KPI. Inilah penjelasan metode SMART dalam setiap poinnya:

  1. Specific

Metode yang pertama yaitu specific, dimana kamu harus mempunyai tujuan dan hasil yang jelas.

Penulisan dan harapan mengenai tujuan atau hasil yang lebar sangat tidak direkomendasikan dalam hal ini.

Fokuskan tujuanmu, dan spesifikkan keputusan yang akan dibuat. Dengan begitu, kamu pasti juga akan mudah dalam melihat hasil yang dicapai.

  1. Measurable

Dalam pemilihan dan penerapan KPI, harus didasarkan pada metode measurable. Tujuan dan hasil yang ingin dicapai harus dapat dan mudah untuk diukur.

Pemberlakuan perhitungan berdasarkan kualitas dan kuantitas. Kamu dapat menempatkan hubungan performa standar atau harapan dari performa yang ada.

  1. Achievable

Metode yang ketiga yaitu achievable atau mudah dicapai. Kamu harus bisa menempatkan dan menerapkan KPIsebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan.

Memang benar jika semua formulasi tujuan harus ada suatu tantangan.

Namun, kamu juga dapat memperkirakan bagian mana saja yang dirasa dapat dan tidak dapat dicapai dalam tujuan yang sudah masuk rencana.

  1. Realistic

Metode berikutnya sangat berkaitan erat dengan achievable. Metode realistic ini merupakan himbauan untuk menciptakan ide yang berorientasi pada hasil yang jelas.

Jangan membuat perencanaan yang terlalu tinggi namun tidak ada kejelasan terkait hasil pencapaian.

Tantangan memang harus ada, namun hal tersebut perlu dipikirkan agar tidak terjadi kerugian dalam perusahaan.

Baca juga: Tips Negosiasi Gaji Biar Saling Menguntungkan, Coba Sekarang!

  1. Time Sensitive

Time sensitive merupakan salah satu metode penerapan yang juga perlu diperhatikan.

Setiap tujuan dari perusahaan pasti sudah ada target waktu yang sudah direncanakan.

Oleh karena itu, kamu harus dapat memperhitungkan capaian yang harus didapat dengan waktu yang sudah ditentukan. Dengan memperhatikan metode tersebut, kamu bisa menentukan KPI yang tepat.

Bagaimana Merancang KPI (Key Performance Indicator) yang Baik?

KPI (Key Performance Indicator) seringkali disebut-sebut sebagai metrik bisnis. Hal ini tentu saja salah dan tidak dapat dinyatakan akurat begitu saja.

Banyak orang yang mengatakan bahwa menentukan KPI adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan. Dengan adanya pernyataan itu, perhatikan tips untuk merancangnya yang baik dan benar.

  1. Mengidentifikasi Kinerja Bisnis yang Akan Diukur

Dalam proses perancangan KPI, kamu perlu memahami proyek yang akan dijalankan oleh perusahaan. Dari sini, kamu dapat mengetahui arah dan tujuan bisnis secara jelas.

  1. Menetapkan Tolak Ukur Kinerja

Perlu kamu ingat kembali jika tujuan dari KPI adalah untuk mengukur progres kinerja suatu bisnis dalam perusahaan. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui target secara spesifik.

Pikirkan target agar kinerja dapat diukur dengan seobjektif mungkin. Kamu juga diharuskan untuk memikirkan dan memperhitungkan apa saja yang akan menjadi tolak ukur berhasil tidaknya kemajuan kerja.

Baca juga: Cara Mengelola Benefit Selain Gaji untuk Karyawan

  1. Membandingkan Kinerja Masa Lalu dengan Saat Ini

Selanjutnya adalah dengan membandingkan kinerja masa lalu dengan saat ini.

Kamu memang diharuskan melakukan review untuk mendapatkan perbandingan.

Dengan cara ini, kamu dapat mengetahui pergerakan dari keputusan yang akan diperbuat. Kamu juga dapat membandingkan dan berdiskusi dengan rekan kerja untuk mendapatkan perbandingan yang akurat.

  1. Merancang KPI

Setelah kamu meninjau perbandingan kinerja maka mulailah untuk merancang KPI. Sesuaikan hasil dan jawaban dari langkah-langkah yang sudah kamu lakukan sesuai dengan tips di atas.

Perhatikan hasil kinerja dan orientasi keberhasilan capaian perusahaan. Dengan begitu, kamu dapat dikatakan berhasil dan tepat dalam menentukan KPI.

Key Performance Indicator memang salah satu alat yang sangat penting dalam perkembangan sebuah perusahaan.

Perhatikan tips-tips yang sudah dijelaskan di atas agar penentuan KPI kamu tepat sasaran dengan tujuan perusahaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.