Tips Agar Tidak Bosan Kerja dan Terhindar dari Burnout

tips agar tidak bosan kerja dan burnout

Apakah kamu sering merasa capek, bosan, atau tidak bersemangat dalam bekerja? Mungkin kamu berada dalam kondisi yang disebut dengan burnout. Ini dia beberapa tips yang bisa kamu coba agar tidak bosan kerja, apa saja?

Rasanya hampir semua orang di dunia ini sepakat bahwa bekerja adalah kegiatan yang melelahkan, namun kita butuh bekerja untuk bisa menopang kehidupan.

Tidak peduli apapun jenis pekerjaannya, kerah putih ataupun kerah biru, semuanya memiliki tingkat stress dan tekanan masing-masing.

Bagi kamu yang sekarang sedang ‘terjebak’ dalam bidang pekerjaan yang bukan kamu banget, pasti sering berpikir bahwa hidupmu akan jauh lebih bahagia jika bisa bekerja di bidang yang disukai.

Kamu juga akan lebih menikmati pekerjaan dan jadi tidak sering stress.

Well, it’s not wrong. Mencintai dan menikmati apa yang kamu kerjakan pastinya akan memberikan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri di dalam diri.

Tapi, bukan berarti kamu jadi terhindar dari risiko burnout.

Mengenal Burnout dan Bahayanya bagi Pekerja

tips agar tidak bosan kerja dan burnout

Istilah burnout bukanlah hal yang baru di kalangan pekerja dan dunia psikologi.

Istilah ini sudah ada sejak seorang psikolog Amerika bernama Herbert Freudenberger mendeskripsikan keletihan fisik dan emosional yang banyak dirasakan oleh tenaga medis di tahun 1970an.

Meskipun awalnya istilah burnout hanya digunakan untuk menggambarkan kondisi para tenaga medis, kini istilah burnout dapat diaplikasikan pada profesi apa saja.

Tuntutan tak berkesudahan, ditambah dengan kesadaran akan gaya hidup yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi ini.

Apa itu Burnout?

Jika kamu membaca artikel atau jurnal ilmiah yang membahas topik ini, kamu akan menemukan berbagai definisi burnout.

Namun jika ditarik benang merahnya, semua definisi tersebut mengarah pada hal yang sama, yakni rasa lelah dan stress yang berlebihan diakibatkan karena pekerjaan.

Ironisnya, masih banyak pekerja yang belum bisa membedakan burnout dengan kelelahan biasa.

Padahal sudah banyak psikolog yang mengategorikan burnout sebagai sebuah kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Jika tidak ditangani dengan segera, seseorang bisa jatuh ke dalam jurang depresi dan memperburuk kondisi fisiknya.

Kelelahan akibat bekerja adalah satu hal yang sangat normal.

Lelah fisik atau mental yang kamu rasakan, saat tengah dikejar deadline atau setelah berjibaku dengan padatnya jalanan di jam pulang kerja misalnya, adalah bagian dari respon alamiah dari stress yang kamu rasakan.

Baca juga: Tips Work From Home: Tingkatkan Produktivitas Kerja!

Meskipun begitu bukan berarti kelelahan dan burnout adalah dua hal yang sama

Burnout, dilihat dari penyebab dan gejalanya, lebih kompleks dibanding dengan kelelahan biasa. Burnout bukanlah hal yang muncul akibat stress yang terjadi satu atau dua minggu saja.

Burnout merupakan akumulasi dari stress yang terjadi selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Dikutip dari Workplace Strategies for Mental Health, burnout biasa terjadi pada pekerja yang:

  1. Memiliki ekspektasi berlebihan terhadap dirinya
  2. Merasa dirinya tidak kompeten
  3. Merasa tidak dihargai di lingkungan pekerjaan
  4. Dibebani beban pekerjaan melebihi kapasitasnya
  5. Bekerja di bidang yang tidak dikuasai

Kelima hal ini tentunya bisa dialami oleh pekerja dalam bidang apapun. Mulai dari pekerja kantoran, hingga seniman.

Bahkan, bekerja di bidang yang disenangi sekalipun tidak bisa menjamin kamu tidak akan mengalami burnout.

Gejala yang Muncul Saat Burnout Melanda

Memiliki self dan social awareness adalah salah satu kunci yang bisa mencegah burnout semakin menggerogoti dirimu atau teman sekantormu.

Jika kamu menemui beberapa gejala ini, hati-hati, bisa jadi kamu atau teman kantormu sedang mengalami burnout:

  • Kelelahan baik secara fisik maupun mental. Bedanya, kelelahan yang kamu rasakan ini tidak bisa hilang hanya dengan tidur seharian di akhir pekan. Pada tingkat yang ekstrem, kamu bisa dilanda rasa sakit pada bagian perut dan kepala.
  • Perubahan sikap yang terjadi secara drastis. Jika sebelumnya kamu adalah seseorang yang ceria, selalu bersemangat, dan aktif saat sedang bekerja, burnout bisa mengubah itu semua. Umumnya burnout akan membuat seseorang menjadi apatis, cepat marah, mengisolasi diri, dan perubahan sikap negatif lainnya.
  • Penurunan performa normal terjadi pada penderita burnout. Jelas saja, ketika kamu sudah mencapai titik di mana pekerjaan adalah sumber utama dari setiap energi negatif yang kamu rasakan, maka tidak heran jika performa akan berangsur-angsur menurun.

Baca juga: 8 Tips yang Bisa Kamu Lakukan Agar Semakin Produktif dalam Bekerja!

Tips Agar Tidak Bosan Kerja dan Mencegah Burnout

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum kamu mengalami burnout dan bisa menikmati pekerjaanmu secara penuh, kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut:

1. Komunikasikan Concern-mu

Kamu merasa beban pekerjaanmu terlalu berat? Atau justru kamu merasa kerjamu begitu-begitu saja dan kurang menantang?

Hal ini berlaku bagi siapapun, karyawan, pekerja freelance, bahkan untuk seorang CEO sekalipun. Komunikasi itu penting, lho.

Sekedar curhat dan menyuarakan kekhawatiranmu seputar pekerjaan bukan hanya bisa membuatmu lebih lega tapi juga bisa memberikan solusi jika kamu bicara dengan orang yang tepat.

2. Jangan Kerja Melulu, Cuti Dong!

Duh, segitu pengennya ya disebut karyawan teladan sampai lupa cuti? Padahal cuti itu hak kamu sebagai karyawan!

Secinta-cintanya kamu dengan pekerjaan, kamu juga butuh jeda agar bisa fresh kembali.

Tidak masalah pekerjaan tertunda beberapa hari, yang terpenting setelah cuti kamu bisa kembali bekerja dengan semangat baru dan aura yang lebih positif.

3. Work-Life Balance itu Penting

Pekerjaan itu penting, tapi dirimu dan orang-orang di sekitarmu jauh lebih penting untuk diperhatikan. Untuk apa punya banyak uang kalau sakit atau kesepian?

Yuk, mulai perhatikan work-life balance agar kamu juga terhindar dari burnout.

4. Quality Time Bareng Teman Sekantor

Percaya gak, kalau konflik di internal perusahaan juga bisa menyebabkan burnout?

Kondisi yang tidak kondusif, di mana orang-orangnya saling membuat tidak nyaman akan membuat kamu rentan terhadap burnout.

Maka jangan lupa untuk menghabiskan waktu dengan teman sekantor. Sekedar makan bareng, nongkrong bareng, atau liburan bareng bisa kamu lakukan untuk meningkatkan keakraban di kalangan teman kantor dan buat suasana kerja menjadi senyaman mungkin.

5. Don’t Push Yourself too Hard

Kamu boleh yakin dengan kemampuanmu sendiri, tapi jangan sampai memaksakan diri, ya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, memiliki ekspektasi yang berlebihan bisa membuat kamu jadi cepat burnout.

Baca juga: 10 Tips Mengatur Waktu Agar Pekerjaan Cepat Selesai

6. Taruh yang Hijau-hijau di Sekitar Meja Kerjamu

Mendekorasi ulang meja kerjamu bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan mood saat bekerja.

Kamu bisa mulai dengan decluttering untuk menyingkirkan barang-barang yang tidak terpakai dan menambahkan beberapa tanaman di sekitar meja kerja untuk menyegarkan suasana.

Tanaman seperti peace lily dan lidah mertua cocok ditaruh di dalam ruangan.

7. Mulai Perbaiki Makan, Yuk!

Meskipun terkesan kurang nyambung dengan topik yang sedang dibahas, tapi percaya deh, makanan yang sehat bisa memperbaiki mood kamu dan mencegah burnout!

Makanan seperti ikan, dark chocolate, makanan fermentasi, dan pisang adalah beberapa contoh jenis makanan yang sudah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan mood, menurunkan level stress dan depresi, hingga baik untuk kesehatan otak manusia.

Nah itu dia tips agar tidak bosan kerja dan burnout yang bisa langsung kamu terapkan. Semoga bermanfaat!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.