Ingin Dilirik HRD? Inilah Cara Membuat Portofolio yang Tepat

cara membuat portofolio

Buat kamu pelamar kerja, khususnya fresh graduate, masih merasa bingung bagaimana cara membuat portofolio yang baik dan tepat? Kini kamu tidak perlu khawatir lagi, karena di artikel ini kami akan membantumu dalam membangun portofolio yang menarik.

Seperti yang kita ketahui, salah satu syarat untuk melamar kerja adalah harus menyertakan portofolio.

Tidak hanya itu, portofolio juga berguna ketika kamu ingin mengajukan beasiswa atau magang.

Jadi, sangat penting untuk kita membangun sebuah portofolio.

Lantas apa pengertian portofolio dan bagaimana cara membuat portofolio yang tepat? Yuk simak uraian berikut!

Pengertian Portofolio

Secara umum, portofolio merupakan salah satu persyaratan yang wajib dilampirkan apabila ingin melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, baik swasta maupun pemerintahan.

Dalam portofolio berisi hasil karya dalam bentuk foto maupun video, beserta semua pencapaian yang telah dicapai oleh seseorang.

Fungsi Portofolio

Portofolio berfungsi sebagai acuan yang dipakai untuk melihat segala pencapaian yang telah orang tersebut dapatkan.

Portofolio juga berfungsi sebagai sumber pedoman untuk mengecek semua prestasi maupun capaian yang telah diraih oleh pembuatnya.

Portofolio sangat penting untuk dibuat, karena juga bisa sebagai bukti dokumentasi dari hasil kinerja yang telah dilakukan seseorang.

Misalnya, calon pelamar ingin melamar kerja sebagai fotografer, tentunya ia harus memasukkan semua hasil foto terbaiknya di portofolio tersebut.

Selain dalam bentuk foto, pelamar juga bisa melampirkan jenis karya lainnya. Hal itu dapat menunjukkan bahwa sang pelamar memiliki kemampuan yang baik, sehingga mendapatkan nilai lebih di mata recruiter.

Baca juga: Tips Membuat Cover Letter untuk Melamar Pekerjaan

Cara Membuat Portofolio Kerja

cara membuat portofolio 2

Setelah mengetahui pengertian dan fungsi dari portofolio, kini kami akan memberikanmu beberapa cara yang perlu diperhatikan saat ingin membuat portofolio.

Pastikan portofolio yang dibuat harus tepat dan menarik, supaya bisa dilirik oleh recruiter.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak cara membuat portofolio di bawah ini!

  • Membuat daftar isi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa portofolio merupakan kumpulan dokumentasi yang menampilkan prestasi dan kemampuan yang kamu miliki di bidang pendidikan selama ini.

Dengan adanya daftar isi, maka pembaca akan lebih mudah melihat dokumentasi tersebut.

  • Melampirkan data diri

Walaupun portofolio merupakan kumpulan dokumentasi pencapaianmu, namun tetap saja kamu tetap harus menuliskan CV singkat yang menggambarkan diri kamu.

Jangan lupa juga untuk menyertakan nomor telepon, Email, riwayat pendidikan, hingga pengalaman kerja.

  • Memberitahukan tujuan yang ingin dicapai

Hal utama dari portofolio adalah menjelaskan mengenai tujuan yang ingin dicapai.

Uraikanlah semua visi dan misi yang kamu miliki dalam jangka waktu panjang maupun pendek.

Dengan adanya tujuan tersebut, recruiter akan menandakan bahwa kamu merupakan seorang visioner dan mempunyai tujuan tepat saat mengambil keputusan.

  • Menyertakan kemampuan yang dimiliki

Skill yang kamu miliki adalah hal terpenting dan utama yang akan diperhatikan oleh pihak recruiter dalam menilai para pelamar.

Maka dari itu, masukkanlah semua kemampuan yang kamu miliki sejelas dan sedetail mungkin.

Contohnya, kamu sangat paham dengan aplikasi desain, seperti Photoshop, Illustrator, InDesign, dan sebagainya.

  • Menentukan hasil karya yang terbaik

Cara membuat portofolio selanjutnya yaitu menentukan karya terbaik yang telah dikerjakan.

Pilihlah karya yang terbaru dan disertai dengan tanggal serta tahun dibuatnya karya tersebut.

Selain itu, kamu juga bisa memasukkan beberapa foto ketika kamu sedang membuat karya tersebut.

Akan tetapi, foto yang disertakan adalah foto yang profesional.

Baca juga: Mengenal Masa Probation Dan Tips Menjalaninya Bagi Fresh Graduate

  • Menulis pencapaian yang pernah diraih

Supaya portofolio kamu mendapatkan nilai tambah dari recruiter, jangan lupa untuk menambahkan semua prestasi maupun pencapaian yang telah diraih.

Contohnya menjadi teknisi IT terbaik di kantor sebelumnya atau pernah memenangkan lomba desain nasional, dan sebagainya.

  • Membuatnya dengan jelas dan ringkas

Membuat portofolio sama dengan membuat resume dan CV, harus dibuat seringkas dan sejelas mungkin.

Akan tetapi, susunannya harus tetap terjaga kerapiannya supaya pihak recruiter tidak kesulitan membacanya.

  • Menyertakan testimoni dari klien

Agar lebih meyakinkan recruiter, kamu juga bisa memasukkan testimonial dari klien yang pernah bekerja sama denganmu.

Dengan adanya testimoni ini, menandakan bahwa keahlian yang kamu miliki benar-benar bisa dipercaya oleh banyak orang.

Bagaimana Jika Tidak Memiliki Pengalaman Kerja?

Persoalan seperti ini pastinya sering dialami oleh para lulusan baru yang ingin melamar pekerjaan.

Pasalnya, pengalaman kerja yang dimilikinya tidak adanya, sehingga sangat bingung bagaimana cara membuat portofolio.

Akan tetapi tidak perlu khawatir lagi, sebab kamu bisa membuat portofolio dari semua hasil karya yang telah kamu kerjakan di bangku kuliah.

Selain itu, kamu juga bisa menaruh semua hasil kerjamu di blog pribadi atau akun media sosial.

Umumnya, ada beberapa jurusan perkuliahan yang mewajibkan para mahasiswanya untuk melaksanakan mata kuliah praktek.

Misalnya di jurusan jurnalistik, pastinya mahasiswanya sering diberikan tugas untuk turun langsung ke lapangan guna mencari dan menulis sebuah berita.

Bagi kamu yang aktif berorganisasi di kampus, kamu juga bisa memasukkan semua hasil karya yang kamu kerjakan selama mengikuti organisasi tersebut.

Selain itu, kamu juga bisa menyertakan pengalaman magang selama kuliah.

Di balik semua itu, pada dasarnya pihak recruiter akan memaklumi apabila pelamar tersebut belum mempunyai portofolio karena masih fresh graduate.

Akan tetapi, kamu tetap harus membuatnya karena hal ini sangat penting dan bisa menjadikan nilai tambahan dari recruiter.

Baca juga: 6 Tips Mencari Kerja untuk Fresh Graduate Paling Ampuh

Perbedaan Portofolio dengan CV

Hingga kini masih banyak orang yang beranggapan bahwa CV dan portofolio adalah dokumen yang sama.

Walaupun sama-sama digunakan sebagai syarat melamar kerja, tetapi kedua hal ini merupakan hal sangat berbeda lho.

Yuk simak perbedaannya berikut ini!

  • Informasi yang diberikan

Perbedaan utama yang bisa dilihat dari CV maupun portofolio adalah informasi yang diberikan di dalamnya.

CV lebih mengarah ke penjelasan mengenai data pribadi secara lengkap, baik secara umum maupun khusus.

Sementara itu, informasi yang dijelaskan pada portofolio adalah hasil karya yang telah kamu kerjakan sebelumnya.

  • Memberikan bukti

Di CV, kamu bisa memasukkan semua pengalaman kerja sejelas mungkin, beserta detail tugas yang dikerjakan.

Sedangkan di portfolio, untuk meyakinkan recruiter kamu bisa menyertakan semua karya terbaikmu dalam bentuk video, foto, ataupun tautan.

  • Umum dan spesifik

Ketika mengerjakan CV, pastinya semua pengalaman di bidang akademik maupun non akademik akan kamu sertakan karena bersifat umum.

Sementara di portofolio lebih bersifat khusus, artinya hanya ditujukan ke satu posisi atau pekerjaan tertentu yang kamu lamar.

Demikianlah cara membuat portofolio yang menarik dan tentunya dapat dilirik oleh recruiter.

Apakah kamu sudah kepikiran portofolio seperti apa yang akan kamu buat?

Nah, jika kamu ingin mengenali kemampuan diri lebih dalam, cobalah mengikuti tes assessment ataupun tes psikotes online di Ekrutes.id.

Ekrutes.id merupakan sebuah job portal yang menyediakan banyak lowongan pekerjaan yang dijamin terpercaya dan aman.

Dengan mengikuti berbagai tes di platform ini, dijamin kamu akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Maka dari itu, segera download aplikasinya di PlayStore.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.