Apa itu SWOT? Ketahui 4 Cara Analisis SWOT Diri Sendiri

analisis swot diri sendiri

Melakukan analisis SWOT diri sendiri penting ketika kamu akan melakukan proses wawancara kerja dengan recruiter

Menilai kemampuan diri sendiri memang tidaklah mudah dan ini adalah tantangan yang harus kamu lewati.

Jadi, bagaimana cara terbaik untuk menilai diri sendiri menggunakan analisis SWOT? Nah, untuk mengetahui cara analisis SWOT diri sendiri, simak ulasannya di bawah ini, ya. 

Pengertian Analisis SWOT

Sebelum kamu tahu cara melakukan analisis SWOT untuk diri sendiri, sebaiknya kamu paham dulu apa arti dari analisis SWOT. 

Pengertian dari analisis SWOT yaitu sebuah struktur penilaian sederhana yang bisa membantu perusahaan atau individu dalam proses pengembangan.

Dengan analisis SWOT, kamu bisa mengetahui sisi positif dan sisi negatif dari diri kamu, atau jika dalam konteks perusahaan, maka bisa mengetahui sisi negatif dan positif dari bisnis kamu. 

Selanjutnya, kamu juga perlu tahu kepanjangan dari SWOT, yakni Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat

Lantas, mengapa penting untuk melakukan analisis SWOT diri sendiri sebelum melakukan interview kerja? 

Hal ini bermanfaat ketika HRD atau pewawancara menanyakan tentang kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki. 

Kalau kamu sudah melakukan analisis SWOT, kamu gak akan kebingungan lagi untuk menjawab pertanyaan tersebut ketika interview. 

Baca juga: Tips Menjawab Pertanyaan Kelemahan Diri Pada Saat Interview

4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Analisis SWOT

analisis swot diri sendiri 2

Saat kamu mengisi kolom SWOT, kamu tidak boleh sembarangan mengisi. Setidaknya, ada 4 hal yang harus diperhatikan saat mengisi setiap kolom SWOT seperti berikut ini. 

1. Tentukan cita-cita kamu

Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu menentukan cita-cita dengan serinci mungkin. 

Kamu harus membuat timeline untuk memperjelas waktu cita-cita tersebut akan kamu capai.

Selain itu, kamu juga harus memastikan kalau kamu sudah memiliki Pastikan juga kamu kriteria kesuksesan dan gambarkan kriteria tersebut secara rinci. 

Nah, jika tujuan kamu sudah jelas terbentuk, maka proses selanjutnya untuk mencapai tujuan tersebut akan menjadi lebih mudah. 

Kamu juga akan lebih memahami kekurangan dan kelebihan kamu ketika mencapai tujuan tersebut. 

Baca juga: Mengenal People Analytics dan Prosedur Penerapannya

2. Menentukan kekurangan dan kelebihan 

Mengetahui kelebihan dan kekurangan bisa lebih mudah jika kamu sudah  bisa mengartikan kesuksesan.

Saat mengisi kolom strength, kamu harus menuliskan tentang latar belakang, pengetahuan, pengalaman, dan skill

Sedangkan, tulis hal apa sajakah yang menjadi penghambat dalam proses meraih tujuan di kolom weakness/kelemahan. 

3. Menentukan peluang

Hal selanjutnya yang perlu kamu perhatikan dalam analisis SWOT diri sendiri yaitu menentukan peluang. 

Peluang merupakan faktor eksternal yang bisa menjadi keuntungan buat kamu. 

Contoh opportunity/peluang yaitu sertifikat pendukung, laptop pribadi, kendaraan pribadi, dan lain sebagainya yang menunjang pekerjaan kamu. 

Jadi, kamu bisa menentukan peluang dari fasilitas yang kamu miliki dan lingkungan kamu.

4. Menilai ancaman diri sendiri

Ancaman juga merupakan faktor eksternal yang bisa menghambat tujuan kamu. 

Contoh ancaman yaitu seperti latar belakang pendidikan yang tidak cocok dengan kualifikasi pekerjaan.

Contoh lainnya yaitu jarak tempat tinggalmu yang jauh dari tempat kerja, sehingga berpotensi untuk datang terlambat ke kantor karena macet dan lain sebagainya.  

Baca juga: Kenali Kepribadian Diri Agar Dapat Menemukan Karir yang Tepat

Cara Melakukan Analisis SWOT Diri Sendiri

Agar proses analisis SWOT diri sendiri menjadi lebih mudah, kamu bisa membuat tabel yang berisi 4 aspek yang sudah dijelaskan, yaitu strength, weakness, opportunity, threat. 

Kamu bisa menulis tabel tersebut di atas sebuah kerja dengan spidol atau alat tulis lainnya. 

Sebelum mengisi tabel tersebut, kamu harus ingat akan 4 hal yang perlu kamu perhatikan ketika mengisi analisis SWOT diri sendiri seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. 

Dengan memperhatikan 4 hal tersebut, maka kamu akan lebih mudah dalam melakukan introspeksi diri dan menilai kelemahan dan kelebihan dirimu. 

Kemampuan atau keterampilan yang kamu miliki ini akan menjadi tolak ukur HRD saat menentukan siapa kandidat yang paling cocok untuk menempati posisi yang diperlukan oleh perusahaan.

Namun, kamu harus ingat untuk selalu mengisi kolom analisis SWOT diri sendiri dengan sejujur-jujurnya dan tetap percaya diri.

Berikut penjelasan lebih rinci tentang setiap kerangka yang perlu kamu isi.

1. Strength (kekuatan)

Strength adalah aspek kelebihan yang kamu miliki yang bisa menciptakan hal positif untuk dirimu. 

Kekuatan atau kelemahan ini seperti pengetahuan, pengalaman, skill, good personal attitude dan hobi yang kamu miliki.

Untuk mencari apa saja strenght yang ada dalam diri kamu, kamu bisa menanyakan pertanyaan seperti apa bakat dan kemampuan yang dimiliki? Apa yang membedakan kamu dengan orang lain? 

Bagaimana pendapat orang mengenai bakat dan kemampuan yang kamu miliki? Nah, itulah pertanyaan yang bisa membantu kamu untuk mengisi kolom strength

2. Weakness (kelemahan)

Unsur kedua yang harus kamu lakukan dalam analisis SWOT diri sendiri yaitu melihat kelemahan diri sendiri. 

Untuk mengetahui kelemahan diri sendiri, kamu bisa menentukan sifat dan kebiasaan negatif apa saja yang kamu lakukan saat bekerja. 

Selain itu, tuliskan juga hal apa yang bikin kamu down atau merasa lemah. Selain itu, jelaskan juga bagaimana pendapat orang lain tentang kelemahanmu. 

Tuliskan juga hal apa yang paling kamu hindari dan takuti.

3. Opportunity (peluang)

Opportunities adalah peluang-peluang yang dapat kamu peroleh dari kelebihan dan kelemahan yang kamu miliki.

Untuk menemukan peluang dalam diri kamu, kamu perlu melihat kekuatan apa yang bisa menjadi peluang untuk pekerjaan kamu. 

Tuliskan juga orang-orang yang mendukung dan membantu kamu dalam menggapai tujuan kamu.

Aspek terpenting dalam opportunity  yaitu tentang pekerjaan apa yang tersedia dari kemampuan yang kamu miliki, support lingkungan, beasiswa yang bisa diikuti, dan lain sebagainya.  

4. Threat (tantangan)

Threat adalah hambatan atau ancaman yang bisa menghambat kamu untuk menggapai tujuan dan melakukan suatu hal.

Nah, untuk mengetahui aspek ini, kamu harus bisa melakukan analisis kelemahan diri sendiri. 

Coba uraikan hal apa saja yang bisa menjadi penghalang untuk perkembangan karir kamu. Selanjutnya, tuliskan juga apakah kelemahan tersebut bisa menghalangi atau tidak. 

Setelah itu, tuliskan juga pesaing kamu dalam berkarir. Selanjutnya, tulis juga perubahan apa saja yang dialami oleh industri yang terjadi saat ini. 

Tuliskan juga orang-orang yang bisa menghambat dan mengganggu usaha kamu. Selain itu, tuliskan juga bahaya dari faktor eksternal yang menghambat tujuanmu. 

Nah, jika semua aspek analisis SWOT diri sendiri tersebut sudah tersusun dengan baik, maka kamu harus menggabungkan dua kategori. 

Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah kamu harus avoid situation atau take action. Kamu juga bisa membuat hal negatif tentang diri kamu menjadi hal positif. 

Nah, buat kalian yang sedang mencari lowongan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat, maka kamu bisa menggunakan layanan Job Portal dari Ekrutes.id

Job Portal adalah sebuah platform atau layanan yang menyediakan lowongan pekerjaan dengan menggunakan sistem terbaik.

Nah, buat kamu yang mau menggunakan platform ini, kamu bisa mengunduh aplikasi Ekrutes.id di Play Store.

Baiklah, sekian penjelasan tentang analisis SWOT diri sendiri dan semoga artikel ini bermanfaat, ya.   

Leave a Reply

Your email address will not be published.