Ketahui Perbedaan Gaji Pokok dan Take Home Pay

perbedaan gaji pokok dan take home pay

Masih belum paham mengenai perbedaan gaji pokok dan take home pay?

Kamu perlu menyimak penjelasan berikut ini karena saat interview kerja pasti akan ada pertanyaan seputar berapa besaran gaji yang kamu inginkan.

Setiap perusahaan pasti ingin tahu sejauh mana calon karyawan menghargai dirinya.

Bagaimanapun jawaban yang kamu berikan saat interview, hal tersebut belum menjadi hasil final sebab perusahaan sudah memiliki standar perhitungan gaji sendiri.

Maka dari itu, supaya tidak terjadi salah paham, kamu harus memahami keduanya.

Penting bagi setiap karyawan memahami perbedaan gaji pokok dan take home pay. Berikut penjelasannya:

Istilah dalam Pemberian Upah Kerja

Sebelum mempelajari perbedaan gaji pokok dan take home pay, pelajari dulu istilah dari pemberian upah.

Berikut macamnya yang harus kamu pahami pada saat sudah bekerja nanti, antara lain:

1. UMK

Sering menjadi isu yang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat terutama kalangan buruh.

Kamu tentu sudah tidak asing dengan seringnya terjadi demo buruh di kota-kota besar menuntut kenaikan UMK.

Terdapat 3 macam upah di sini. Pertama adalah upah minimum, ditentukan oleh gubernur merupakan upah terendah bulanan dan tunjangan tetap.

Kedua upah minimum provinsi (UMP) berlaku di semua kabupaten.

Kemudian yang ketiga adalah UMK (Upah minimum kota). Yaitu upah yang berlaku di wilayah kabupaten atau kota.

Biasanya digunakan acuan bagi setiap perusahaan dalam menetapkan gaji.

2. Gaji Kotor atau Gross Salary

Gross salary ini adalah besaran gaji yang ditawarkan atau diinformasikan pada saat kamu melamar kerja.

Jadi besarannya bukan nominal yang benar-benar akan kamu terima.

Perhitungannya belum dikenakan berbagai potongan dari perusahaan.

3. Gaji Pokok

Beberapa perusahaan mungkin menginformasikan gaji pokok yang kamu terima dari awal.

Ini merupakan gaji yang belum ditambah lain-lain seperti bonus, tunjangan, dan sebagainya serta belum dipotong untuk tanggungan karyawan itu sendiri.

4. Gaji Bersih

Disebut juga dengan net salary. Yaitu gaji yang akan kamu terima atau kamu bawa pulang setiap bulannya.

Dalam istilah lain gaji bersih ini sering disebut sebagai take home pay seperti yang akan kami bahas kali ini.

Baca juga: Kerja di Corporate atau Startup? Ini Tips Memilihnya!

Perbedaan Gaji Pokok dan Take Home Pay

Dari istilah pemberian upah di atas kamu bisa menyimpulkan sendiri apa saja perbedaan gaji pokok dan take home pay.

Singkatnya perbedaan dari keduanya bisa disimpulkan dengan tips berikut ini:

Gaji Pokok

Gaji yang ditentukan secara utuh dari perusahaan dan diinformasikan kepada karyawan pada awal mulai kerja.

Biasanya saat interview akan terjadi negosiasi berkaitan gaji pokok, meski perusahaan sudah memiliki ketetapan sendiri.

Menurut UU No.13 tahun 2003, gaji pokok paling sedikit adalah 75% dari jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap.

Penetapan gaji pokok berdasarkan tingkat dan jenis pekerjaan.

Itu artinya nominal gaji pokok yang diberikan pada setiap karyawan itu tidak sama.

Karena ada beberapa perhitungan yang dijadikan sebagai patokan khusus untuk memberikan gaji kepada mereka.

Take Home Pay

Take home pay adalah jumlah bersih yang diterima. Perhitungannya adalah pendapatan rutin tiap bulan ditambah pendapatan insidential dan dikurangi potongan-potongan.

Jadi perbedaan gaji pokok dan take home pay adalah perhitungannya.

Karena cara menghitungnya berbeda, yaitu masih ada pengurangannya ketika karyawan menerima gajinya.

Pendapatan insidental contohnya adalah prestasi karyawan (insentif, bonus, tunjangan) dan laba perusahaan.

Sedangkan potongan yang menjadi faktor pengurang diantaranya BPJS, asuransi, dan hutang (jika ada).

Tips Mencari Tahu Besaran Gaji Pokok dan Take Home Pay

Setelah mengetahui perbedaan gaji pokok dan take home pay, kamu perlu mengetahui seberapa besar pendapatan yang bisa didapat dari calon tempat kerja.

Berikut tips menemukan besaran gaji pokok dan juga take home pay, antara lain:

1. Website perusahaan

Ketika kamu mencari informasi melalui website perusahaan, sesuaikan dengan posisi pekerjaan.

Staff administrasi dengan marketing tentu perhitungannya berbeda.

Tunjangan dan peluang bonus serta intensif marketing lebih banyak dari pada staff administrasi, karena tanggung jawabnya juga lebih besar.

2. Karyawan Perusahaan

Menggali informasi dari para karyawan yang lebih dulu bergabung di perusahaan sah-sah saja.

Misalnya memiliki teman yang bekerja pada suatu perusahaan, kamu bisa menanyakan jumlah pendapatannya sebagai pertimbangan sebelum melamar.

Sehingga kamu bisa tahu berapa besaran gaji yang diterima bila bekerja di perusahaan tersebut.

Dengan begitu tidak muncul tanda tanya lagi ketika akan melamar di perusahaan tersebut.

3. Menanyakan langsung pada saat interview

Cara selanjutnya adalah dengan menanyakan langsung pada saat interview jika sebelumnya belum diinformasikan.

Calon karyawan berhak mengetahui bayaran atas pekerjaannya ketika akan melamar kerja.

Jika kamu memiliki potensi keahlian lebih, maka bisa mengajukan negosiasi gaji supaya ditingkatkan.

Asalkan dengan cara yang benar dan ada bukti keahlian tersebut.

Tips Mendapatkan Pekerjaan dengan Gaji Impian

perbedaan gaji pokok dan take home pay

Berbekal informasi gaji yang diberikan perusahaan, kamu bisa memilih perusahaan manakah yang cocok untukmu.

Maka dari itu bila ingin mendapat gaji yang diinginkan di sebuah perusahaan tertentu, sebaiknya simak tipsnya di bawah ini:

1. Perkaya wawasan diluar dari disiplin ilmu

Bisa jadi seseorang yang berasal dari lulusan sarjana Hukum justru bekerja sebagai programmer karena memiliki keahlian sampingan.

Biasanya skill yang kamu miliki bisa dihargai mahal oleh perusahaan (bila memang ada buktinya dan kamu bisa mengerjakan setiap tugas tepat waktu).

2. Update informasi melalui job portal

Kamu bisa mendapatkan informasi seputar tawaran pekerjaan tidak hanya dari perusahaan lokal saja, akan tetapi juga berasal dari perusahaan asing.

Kamu bisa memilih perusahaan tersebut berdasarkan rate gaji yang ditawarkan mereka.

Sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan keinginanmu.

3. Cari pengalaman terlebih dahulu dengan cara bekerja apa saja

Seiring berjalannya waktu, dengan bekerja di segala bidang akan membuat keahlian dan keterampilanmu meningkat.

Sehingga berbekal dari pengalaman tersebut, akhirnya kamu bisa berpindah ke perusahaan dengan gaji yang lebih besar.

Atau pindah ke divisi yang berani membayar lebih.

Baca juga: Noted! Inilah Perbedaan CV dan Resume yang Perlu Kamu Ketahui!

Penutup

Tidak sulit mendapatkan pekerjaan impian sesuai yang kamu inginkan.

Apakah untuk menambah pengalaman atau murni untuk mendapatkan uang, kamu bisa menentukan sendiri.

Kuncinya kamu harus memahami kompetensi diri dulu.

Jadi dalam dunia kerja itu tidak hanya berpegang pada nilai akademis atau sertifikasi yang kamu miliki saja.

Kamu perlu mengujinya dengan mengikuti sejumlah test.

Ini lebih diperhitungkan oleh perusahaan pada saat kamu melamar kerja daripada nilai akademismu.

Maka dari itu, silahkan kunjungi Ekrutes.id karena menyediakan fasilitas psikotes dan assement test.

Dengan menggunakan situs tersebut, maka kompetensi dan bakat kamu secara otomatis akan ditemukan oleh perusahaan tanpa repot melamar.

Portal lowongan kerja ini menjembatani antara kamu dengan perusahaan berkelas yang ada di sekitarmu.

Sehingga kamu bisa mengetahui perbedaan gaji pokok dan take home pay dengan jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.