ETIKA BERTEMU ATASAN ATAU KLIEN

Apakah kamu pernah merasa bingung harus berperilaku seperti apa ketika bertemu

atasan/ rekan bisnis/ klien pertama kalinya?

Ketika kamu masih duduk dibangku sekolah pasti sering dong melihat tulisan “senyum, sapa, salam”? Yap! Slogan itu menjadi sebagian kecil etika yang kita ketahui saat bertemu dengan orang lain. Namun, ketika kamu sudah terjun ke dunia kerja, akan ada beberapa etika yang mungkin masih asing buatmu. Sikap ini bisa kamu pakai ketika akan bertemu dengan atasan, rekan bisnis ataupun klien kamu.

Baca Ini Juga : Kosakata Baru Di Kantor Baru?

Nah, ini dia beberapa etika ketika bertemu seseorang dalam konteks pekerjaan ataupun bisnis;

Unsplash.com
1. Datang Lebih Dulu

Ini menjadi etika dasar yang perlu kita ingat. Jangan pernah membiarkan rekan bisnis atau klien kita menunggu. Usahakan kamu dating lebih dulu atau tepat waktu. Hal ini memberi kesan bahwa kamu adalah seseorang yang sangat menghargai waktu. Dengan datang lebih dulu, kamu juga bisa mempersiapkan catatan dan topik apa saja yang akan dibicarakan dalam pertemuan ini.

2. Berkenalan dengan Bertukar Kartu Nama

Ketika melihat klien datang, pastikan kamu berdiri, berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Karena konteks saat ini adalah pertemuan bisnis, kamu dianjurkan untuk memberikan kartu nama. Bukan sembarangan, ada baiknya berikan kartu namu kamu dengan kedua tangan sembari sedikit membungkukkan badan. Selanjutnya, letakkan kartu nama klien diatas meja selama pertemuan berlangsung.

3. Memotong Pembicaraan, Jangan Pernah!

Ada saatnya pembicaraan kalian pasti sangat seru dan menyenangkan. Tapi, perlu adanya pengendalian diri untuk tidak memotong pembicaraan klien. Memotong pembicaraan memberikan kesan tidak menghargai pendapat klien. Kamu tidak ingin terlihat menyebalkan dimata klien kan? Maka, jangan pernah lakukan hal ini ya.

Unsplash.com
4. Hindari Topik Sensitif

Pernah nggak sih karena terlalu seru ngobrol dengan klien akhirnya kamu merasa sangat dekat dan terbuka? Nah keadaan ini terkadang membuat kita lupa akan adanya etika ketika berkomunikasi. Kamu tanpa sengaja mungkin akan mencetuskan topik atau pertanyaan yang sebenarnya sangat bersifat sensitif dan privasi. Topik ini biasanya berkaitan dengan agama, politik, status perkawinan dll. Perlu diingat, konteks kamu bertemu dengan klien adalah pertemuan bisnis, jadi hindari membicarakan isu-isu tersebut ya.

5. Tutup Pertemuan dengan Summary Singkat

Ketika sudah tidak ada lagi yang ingin dibacarakan, kamu bisa menutup pertemuan ini dengan memberikan ringkasan hasil obrolan pertemuan bisnis kalian. Hal ini dilakukan agar masing-masing saling mengingat inti pembicaraan yang sudah disepakati pada saat itu.

Kesan pertama adalah hal penting, karena keadaan ini dapat menunjukkan gambaran singkat diri kamu dimata klien, atasana ataupun rekan bisnis. Ketika kamu berhasil menciptakan suasana pertemuan yang sangat nyaman, pembicaraan tentang pekerjaan kamu juga pastinya akan berjalan lancar. Semoga tips ini dapat membantu karir kamu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.