Mengenal Tentang Performance Appraisal dalam Dunia Kerja

pengertian performance appraisal

Jika Kamu seorang karyawan perusahaan, pasti tidak asing dengan istilah Performance Appraisal kan? Istilah tersebut dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai penilaian kinerja.

Lalu, apa sih fungsi penilaian kinerja tersebut? Metode apa saja yang digunakan untuk melakukan penilaian tersebut? Tahapannya seperti apa? Yuk simak penjelasannya.

Definisi Performance Appraisal

Performance Appraisal dalam Bahasa Indonesia disebut penilaian kerja, merupakan penilaian sistematis yang dilakukan perusahaan untuk mengetahui kinerja karyawan.

Penilaian ini dilakukan sebagai dasar kenaikan gaji, promosi jabatan, pemberian bonus, bahkan pemutusan hubungan kerja ataupun penurunan jabatan.

Penilaian kinerja harus dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan banyak hal.

Agar penilaian ini dapat menjadi motivasi bagi karyawan untuk meningkatkan loyalitasnya pada perusahaan.

Menurut Handoko (1994), Performance Appraisal adalah cara yang digunakan untuk mengukur kontribusi para karyawan kepada perusahaan.

Penilaian ini nantinya akan dicocokkan dengan tanggung jawab karyawan tersebut, apakah karyawan tersebut cukup berkontribusi kepada perusahaan atau tidak.

Pada umumnya penilaian kinerja dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu awal dan pertengahan tahun.

Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam pertemuan formal antara manajer dan karyawan.

Lalu, apa fungsi Performance Appraisal untuk perusahaan dan karyawan? Tenang, Kamu akan mendapatkan informasi tersebut pada artikel ini.

Baca juga: Tips Negosiasi Gaji Biar Saling Menguntungkan, Coba Sekarang!

Fungsi Performance Appraisal Bagi Perusahaan Dan Karyawan

pengertian performance appraisal 2

Secara umum fungsi Performance Appraisal yaitu:

  1. Untuk memberikan penilaian atau feedback,
  2. Memfasilitasi keputusan promosi,
  3. Dasar penentuan PHK/perampingan,
  4. Mendorong perbaikan kinerja,
  5. Memotivasi karyawan untuk memberikan kinerja terbaik,
  6. Dasar penentuan perubahan kompensasi,
  7. Dasar penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan, dan lain-lain.

Sedangkan fungsi khusus Performance Appraisal terhadap perusahaan adalah:

  1. Untuk mengatasi karyawan yang bermasalah, agar tidak berdampak pada departemen,
  2. Mendukung karyawan untuk mengembangkan karir dan keterampilan,
  3. Mendukung karyawan untuk mengenali keterampilannya lebih baik, agar mampu memberikan kontribusi lebih banyak pada perusahaan,
  4. Dan mempermudah perusahaan untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Kemudian fungsi khusus Performance Appraisal terhadap karyawan yaitu:

  1. Mendapatkan informasi tentang keterampilan yang harus ditingkatkan,
  2. Motivasi untuk memberikan kontribusi lebih banyak pada perusahaan,
  3. Mengetahui peluang promosi jabatan ataupun penerimaan bonus, dan lain-lain.

Lalu, apa saja sih yang menjadi aspek penilaian dalam Performance Appraisal ini? Hal ini akan menjadi bahan pembahasan selanjutnya, yuk simak.

Hal Yang Dinilai Dalam Performance Appraisal

Aspek yang menjadi penilaian dalam penilaian kinerja bisa saja berbeda antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Namun, pada umumnya hal inilah yang dinilai oleh perusahaan terhadap karyawannya:

  1. Produktivitas kerja
  2. Kerja sama dengan rekan kerja
  3. Kemampuan interpersonal dalam menyelesaikan pekerjaan
  4. Kehadiran dan disiplin waktu
  5. Kreativitas dan problem solving
  6. Manajemen waktu
  7. Dan lain-lain.

Lalu, metode apa yang digunakan dalam penilaian kinerja? Yuk simak penjelasan selanjutnya.

Baca juga: Mengenal Tentang Istilah KPI (Key Performance Indicator) dalam Perusahaan

Metode Penilaian Kinerja/Performance Appraisal

Ada banyak metode yang bisa digunakan dalam melakukan Performance Appraisal, namun dalam artikel ini akan dijelaskan setidaknya 6 metode, antara lain:

1. Metode assessment center

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara role play, diskusi, pencarian fakta, dan pengambilan data.

Kelebihan metode ini yaitu tidak hanya mendapatkan penilaian kinerja individu saat ini, tapi juga prediksi kinerja individu tersebut di masa depan.

2. Feedback 360 derajat

Performance Appraisal dengan metode ini mengacu pada feedback yang diberikan oleh atasan, rekan kerja, konsumen, dan karyawan itu sendiri.

Kelebihan metode ini yaitu menghilangkan bias dalam penilaian kinerja, sehingga dapat diketahui dengan jelas kompetensi karyawan tersebut.

Tidak hanya itu, metode ini juga mendorong kesadaran karyawan tentang dampak pekerjaan mereka terhadap sekitarnya.

3. Penilaian tradisional

Metode ini dilakukan dengan cara atasan berdiskusi langsung dengan karyawan yang akan dinilai.

Diskusi ini untuk membahas kesesuaian kemampuan karyawan dan kinerjanya dengan job description yang sudah ditentukan.

4. Self-Appraisal

Metode Performance Appraisal yang satu ini mendorong karyawan bertanggung jawab atas penilaian kinerjanya sendiri.

Metode ini bisa digabung dengan metode yang lain, tapi tidak dapat menjadi pengganti penilaian atasan kepada karyawannya.

5. Penilaian psikologis

Ada tujuh poin utama yang menjadi penilaian metode ini, seperti kepemimpinan, intelektualitas, keterampilan personal, kecerdasan emosional, kemampuan kognitif, kepribadian, dan lain-lain.

Metode ini dilakukan melalui wawancara, diskusi, dan tes psikologi.

6. Employee-initiated review

Metode ini dilakukan dengan cara karyawan meminta kepada manajer untuk dilakukan peninjauan.

Tujuan penggunaan metode ini yaitu mendorong sikap manajemen diri karyawan tersebut.

Itulah beberapa metode yang digunakan dalam Performance Appraisal.

Ada juga yang membagi metode penilaian kerja dalam 2 kategori, yaitu penilaian yang berorientasi pada masa lalu dan penilaian yang didasarkan pada masa depan.

Lalu, seperti apa sih gambaran tahapan Performance Appraisal itu sendiri?

Hal ini akan dibahas dalam pembahasan selanjutnya, yuk simak.

Baca juga: Mengenal Masa Probation Dan Tips Menjalaninya Bagi Fresh Graduate

Yuk Kenali Tahapan Performance Appraisal

Dalam artikel ini akan dibahas 6 tahapan performance appraisal, mulai dari menetapkan standar kinerja oleh perusahaan, sampai tindakan perbaikan. Penasaran selengkapnya? Berikut tahapannya

1. Menentukan standar kinerja

Dalam tahap ini manajer harus menentukan prestasi, keterampilan dan capaian apa yang akan dievaluasi. Standar ini nantinya akan dilampirkan dalam job analysis dan job description.

Standar kinerja yang dibuat tidak boleh samar, harus jelas dan objektif.

2. Komunikasi dengan karyawan

Standar kinerja yang telah dibuat harus dikomunikasikan kepada karyawan.

Komunikasi yang dimaksud yaitu komunikasi 2 arah, tujuannya untuk mendapatkan feedback dari karyawan.

3. Mengukur kinerja nyata

Tahap ini dilakukan pengukuran kinerja seorang karyawan berdasarkan informasi yang objektif, tidak boleh melibatkan perasaan dalam tahap ini.

4. Perbandingan kinerja nyata dan standar kinerja

Setelah dilakukan pengukuran kinerja nyata, tahap selanjutnya yaitu bandingkan dengan standar kinerja yang telah ditentukan.

Di sini akan diketahui apakah kinerja karyawan tersebut menurun/meningkat/lainnya.

5. Komunikasikan hasil dengan karyawan

Tahap ini dilakukan oleh manajer kepada karyawannya, untuk menginformasikan kekuatan dan kelemahannya dalam bekerja, dan dampaknya terhadap kinerja di masa depan.

6. Perbaikan

Jika telah dikomunikasikan hasil penilaian dengan karyawan yang bersangkutan, langkah selanjutnya yaitu tindakan perbaikan dari karyawan dan pihak perusahaan.

Perusahaan dapat menggunakan platform digital  Ekrutes.id untuk menemukan karyawan yang cocok sesuai dengan kriteria perusahaan.

Di sini tersedia fitur assessment tools, yang memudahkan perusahaan mendapatkan laporan akurat tentang performa karyawannya.

Tidak hanya bermanfaat untuk perusahaan, platform ini juga sangat berguna bagi para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan impian.

Itulah beberapa informasi tentang Performance Appraisal yang penting untuk dipahami oleh karyawan maupun pihak perusahaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.