Yuk Evaluasi Komunikasi Kamu Bersama Tim Dengan Johari Window

Apakah kamu tahu jika dalam dunia kerja, komunikasi, keterbukaan, dan kerjasama adalah kunci kesuksesan dalam sebuah tim?

Jika kamu masuk dalam dunia kerja, kamu tentu akan bekerja dengan banyak orang. Bisa jadi kamu akan bekerja dengan bawahan kamu, rekan kamu, dan atasan kamu. Tidak cukup sampai disitu, biasanya kamu juga perlu berkoordinasi dengan divsi lainnya juga loh!

Apa jadinya jika dalam sebuah tim tidak ada keterbukaan dan kerjasama? Alhasil akan terjadi kesalahpahaman, sehingga dapat mengakibatkan masalah-masalah yang dapat menganggu produktivitas dan efektivitas dalam bekerja.

Baca Juga : Berhenti Untuk “Iya-iya” Aja di Kantor!

Untuk meminimalisir terjadinya kesalahpahaman yang dapat mengakibatkan masalah dalam lingkup pekerjaan, biasanya perusahaan memiliki strategi penilaian untuk melihat dinamika komunikasi dalam sebuah tim. Beberapa perusahaan hingga sekarang masih menggunakan teknik ini, yaitu Johari Window.

unsplash.com

Johari Window adalah teknik yang dicetuskan oleh Joseph Luft dan Harry pada tahun 1955. Teknik ini digunakan untuk melihat bagaimana seseorang bisa memahami dirinya dan tim melalui komunikasi terbuka untuk saling meningkatkan kesadaran dan pemahaman satu sama lain. Pada intinya, dalam Johari Window jika kamu semakin terbuka dengan orang lain, dan orang lain semakin memahami kamu, maka hubungan yang terjalin antara kamu dan lingkunganmu semakin baik.

Bagaimana sih cara menggunakan teknik ini? Yuk kita simak!

Johari Window terdiri dari 4 jendela. Nah tugas kamu dan tim adalah merefleksikan, lalu mengisi di masing-masing jendela yang tersedia.

1. Free Area

Jendela free area sendiri merupakan jendela yang menjelaskan tentang apa yang diketahui oleh dirimu dan diketahui juga oleh orang lain. Biasanya pada jendela pertama ini mengandung informasi berupa sifat, emosi, sikap, perilaku, pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan pandangan. Contohnya, di jendela pertama berisi bahwa kamu adalah seseorang yang tegas, teratur, idealis dan logis.

2. Blind Area

Jendela kedua yaitu blind area merupakan jendela yang menjelaskan tentang apa yang tidak diketahui oleh dirimu tapi diketahui orang lain. Blind area ini sifatnya adalah umpan balik atas apa yang dilihat, dilakukan, dan dirasa dari orang lain terhadapmu. Bukan bermaksud untuk menghakimi tetapi bisa menjadi masukan. Contohnya, di jendela kedua berisi bahwa kamu dipandang orang lain sebagai seseorang yang diam, introvert dan kompleks.

3. Hidden Area

Jendela ketiga merupakan jendela yang memberikan informasi tentang apa yang diketahui olehmu tapi tidak diketahui oleh orang lain. Biasanya area ini berisi tentang ketakutan, rahasia, dll. Wajar jika kamu menutupi urusan personalmu di lingkungan pekerjaan. Tapi jika terkait dengan pekerjaan, ada baiknya kamu juga memfilter mana yang sebaiknya diungkapkan kepada bawahan, rekan atau atasan kamu agar permasalahan dapat terselesaikan, mana yang sebaiknya tetap menjadi rahasia.

4. Unknown

Jendela terakhir ini adalah jendela yang berisi tentang ketidaktahuan diri sendiri maupun orang lain, karena tidak ada yang mengetahui atau menyadarinya. Namun, yang dimaksud dari jendela terakhir ini adalah berisi mengenai bakat yang tidak disadari, atau perasaan tertekan dan trauma.

Dalam ruang lingkup pekerjaan, teknik Johari Window dapat dilakukan oleh kamu bersama dengan rekan-rekan dan atasan satu tim kamu. Kamu dapat membuat sebuah kegiatan untuk mengevaluasi dirimu sendiri maupun rekan-rekan kantormu.

Jika memang ternyata hasil dari evaluasi ini memerlukan perbaikan, maka hasil tersebut dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan kepribadian dan memotivasi karyawan untuk meningkatkan hubungan di lingkungan kerja, sehingga menjadi lebih terstruktur, efektif, dan produktif.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *