Prospek Kerja di Bidang Animasi, Apa Saja?

prospek kerja animator

Mendengar istilah animasi, yang terlintas di benakmu pasti adalah kartun. Meskipun sebenarnya kartun hanyalah salah satu produk atau contoh animasi.

Seseorang yang menggeluti bidang tersebut disebut dengan animator.

Kamu yang memiliki bakat atau kecintaan akan seni bisa mencoba menggeluti bidang ini. Sebab untuk prospek karir bisa dibilang cukup menjanjikan.

Namun sebelum benar-benar terjun sebagai animator, ada baiknya kamu pahami terlebih dahulu berbagai hal tentang animasi.

Dengan begitu, kamu bisa menjadi animator andal dan memiliki kompetensi yang tidak diragukan lagi.

Pengertian Animasi

Animasi berasal dari kata animate yang dalam Bahasa Latin disebut animare, memiliki arti menghidupkan atau memberi napas.

Jadi pengertian sederhana dari kata animasi ialah karya seni yang menghidupkan karakter atau ilustrasi dengan menciptakan ilusi gerak.

Itulah mengapa karya seni ini menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan dalam industri hiburan.

Sebab mampu memberi efek storytelling yang sangat kuat dengan tampilan yang juga menarik.

Bahkan saat ini, animasi juga mulai merambah dunia bisnis, lho!

Tidak heran jika kemudian peluang kerja dari bidang ini semakin luas dan menjanjikan.

Di dunia bisnis, karya seni menghidupkan karakter ini banyak digunakan untuk kepentingan presentasi, promosi, branding produk juga pembuatan website atau katalog digital agar lebih menarik.

Untuk menghasilkan berbagai hal tersebut sudah pasti diperlukan tenaga yang memang ahli di bidangnya.

Sebab itulah beberapa Sekolah Menengah Kejuruan memberi opsi jurusan animasi untuk mempersiapkan anak didik mereka agar bisa berkembang dengan skill tersebut.

Dengan kian berkembangnya teknologi, kini bukan animator saja yang menjadi prospek kerjanya, tetapi juga beberapa profesi potensial lainnya.

Baca juga: Mengulik Lebih Dalam Profesi Digital Marketing dan Kualifikasinya

Jenis-jenis Animasi

Sebelum beralih ke prospek kerja dari bidang animasi, kita pahami dulu apa saja jenis-jenisnya.

Dengan begitu kamu akan lebih mudah mempelajari teknik produksinya.

Secara umum animasi dibagi ke dalam tiga jenis yang berbeda. Berikut ini penjelasan terkait ketiganya.

1. Traditional Animation

Jenis yang pertama ini sudah meramaikan industri hiburan sejak tahun 1930an.

Dimana pembuatanya masih manual dengan cara menggambar karakter di berlembar-lembar kertas dengan perbedaan posisi yang nyaris tidak terlihat.

Untuk bisa melihat ilusi geraknya, gambar satu karakter dalam berlembar-lembar kertas tersebut harus dilihat secara berurutan.

Itulah mengapa perbedaan gambar satu dengan lainnya tidak terlalu signifikan.

Kertas yang digunakan untuk menggambar karakter animasi itu disebut Cell.

Karena itulah teknik atau jenis ini juga kerap disebut dengan Cell Animation.

Usai digambar di atas Cell, kemudian hasil gambar akan difoto menggunakan kamera khusus untuk produksi film yaitu Rostrum.

Dengan Rostrum, gambar animasi dapat dibuat hidup atau bergerak dan kemudian akan ditayangkan di televisi sebagai film kartun 2D.

Namun selain dengan menggambar di atas Cell per frame, kamu juga bisa membuat animasi 2D melalui gambar vektor.

Dengan gambar vektor, animator dapat menggunakan karakter yang sama tanpa harus membuat lagi di frame yang baru.

Penggunaan gambar vektor lebih mudah dalam mengendalikan karakter dibandingkan yang berbasis piksel.

Sebab pada gambar vektor, melalui perhitungan matematika ukuran gambar dapat diubah untuk menciptakan ilusi gerak yang lancar dan natural.

Baca juga: Apa Itu Software Engineer dan Bagaimana Peluang Karirnya?

2. Stop Motion Animation

Untuk jenis animasi yang kedua ini menggunakan beberapa foto dari sebuah obyek yang memiliki sedikit sekali perbedaan antara satu dan lainnya.

Proses selanjutnya, foto-foto tersebut akan disatukan dan tampil berurutan dalam sebuah video clip.

Penggunaan teknik ini memungkinkan pembuat film untuk menciptakan adegan yang cenderung sulit dilakukan.

Contoh film yang menggunakan teknik ini dalam produksinya ialah serial Shaun the Sheep.

3. Computerized Animation

Jenis animasi yang ketiga ini merupakan gabungan dari dua jenis sebelumnya.

Hanya saja setiap prosesnya sudah terkomputerisasi.

Sama dengan stop motion animation, jenis ini juga menggunakan sebuah obyek.

Namun kemudian objek tersebut akan dikembangkan menggunakan software khusus dengan teknik frame by frame seperti halnya traditional animation.

Mulai dari proses penggambaran atau pembuatan karakter, sampai dengan menghidupkannya dan siap ditampilkan semua menggunakan komputer.

Biasanya dibantu dengan software khusus seperti 3Ds  Max, After Effect dan juga Maya.

Beberapa jenis animasi yang masuk ke dalam kategori computerized animation diantaranya seperti motion graphic animation, 3D computer animation dan juga typography animation.

Baca juga: UI/UX Designer: Keahlian yang Diperlukan dan Peluang Karirnya

Prospek Kerja di Bidang Animasi

peluang kerja animator

Setelah memahami jenis-jenisnya, sekarang kita lanjutkan ke prospek karirnya.

Ketika kamu menekuni bidang animasi, maka kamu bisa berkarir dalam beberapa profesi di bawah ini.

  1. Animator, dalam profesi ini kamu dituntut kreatif dan detail oriented. Kamu bisa bergabung di rumah produksi atau bahkan membuat konten sendiri. Dengan skill yang mumpuni, bukan tidak mungkin kamu akan bergabung dalam produksi animasi luar negeri.
  2. Komikus, siapa yang tidak suka dengan cerita bergambar yang satu ini. Bahkan dengan kemajuan teknologi, kini komik bisa dinikmati dalam versi digital. Oleh sebab itu kamu akan lebih mudah mempublikasikan karyamu. Makin dikenal, hasil yang kamu peroleh juga akan maksimal.
  3. Illustrator, membuat ilustrasi untuk tujuan tertentu juga bisa memberi hasil yang menjanjikan, lho. Dalam profesi ini, kamu bisa memilih untuk bekerja sebagai freelancer atau juga intern. Bagi yang hobi menggambar, ini salah satu jalan menjadikan hobi yang menghasilkan.
  4. Editor, menjadi editor harus memiliki ketelitian. Sebab hasil akhir dari animasi yang disunting tergantung padamu. Untuk profesi editor, kamu bisa menghasilkan pendapatan mulai dari 3 juta rupiah, menggiurkan bukan?
  5. Desainer Grafis, untuk menjadi desainer grafis memang kebanyakan harus memiliki ijazah S1. Namun tidak jarang yang menggunakan lulusan SMK dengan kemampuan yang baik dan didukung sertifikasi. Hasil dari pekerjaan ini juga cukup tinggi.
  6. Storyboard Artist, ini adalah salah satu peluang kerja di bidang animasi lainnya yang juga potensial. Kamu bertugas mengubah naskah yang ada menjadi cerita keseluruhan dalam bentuk gambar. Selain pendapatan yang memuaskan, proses kerjanya juga menyenangkan.
  7. Desainer Visual Efek, untuk bisa menekuni profesi ini kamu harus menguasai perangkat lunak visual efek. Dengan kemampuan yang mumpuni, kamu bisa berkembang dengan menjalani profesi ini.
  8. Dan masih banyak lagi pilihan profesi di bidang animasi lainnya

Sudah menentukan pilihan ingin menjadi apa dengan kemampuanmu di bidang animasi? Jika sudah, kini saatnya bergabung dengan aplikasi Ekrutes.id.

Melalui Ekrutes,id, kamu akan lebih mudah menemukan karir impianmu. Dijamin aman, karena kamu bisa memantau langsung kredibilitas dari perusahaan yang membuka lowongan.

Ekrutes.id juga akan memberikan rekomendasi lowongan berdasarkan kesesuaian dengan profil, wawasan juga keahlianmu.

Bahkan dengan filter pencarian, kamu bisa menambahkan beberapa kriteria pekerjaan yang kamu harapkan. Seperti lokasi juga besaran gaji.

Jadi, jangan salah pilih! Platform digital talent yang efektif, aman dan terpercaya tentu Ekrutes.id jawabannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *